Rabu, 17 Juni 2015

OverCode:Visualizing Variation in Student Solutions to Programming Problems at Scale

ELENA L. GLASSMAN, JEREMY SCOTT, and RISHABH SINGH, MIT CSAIL, MIT CSAIL
PHILIP J. GUO, MIT CSAIL and University of Rochester
ROBERT C. MILLER, MIT CSAIL
URL = http://dl.acm.org/citation.cfm?doid=2744768.2699760

Pengkaji = Atikah Rahayu Mandasari

Abstrak
In MOOCs, a single programming exercise may produce thousands of solutions from learners.Understanding
solution variation is important for providing appropriate feedback to students at scale. The wide variation
among these solutions can be a source of pedagogically valuable examples and can be used to refine the
autograder for the exercise by exposing corner cases. We present OverCode, a system for visualizing and
exploring thousands of programming solutions. OverCode uses both static and dynamic analysis to cluster
similar solutions, and lets teachers further filter and cluster solutions based on different criteria. We evaluated
OverCode against a nonclustering baseline in a within-subjects study with 24 teaching assistants and
found that the OverCode interface allows teachers to more quickly develop a high-level view of students’
understanding and misconceptions, and to provide feedback that is relevant to more students’ solutions.
Categories and Subject Descriptors: H.5.m. [Information Interfaces and Presentation (e.g., HCI)]:
Miscellaneous
General Terms: Design, Algorithms
Additional Key Words and Phrases: Programming education, learning at scale

Pengkaji : Atikah Rahayu Mandasari

Ulasan

Pada kajian ini mengkaji tentang bagai mana masiswa dengan mudah memahami kode dalam pemograman. Pada kesempatan ada cara untuk menvisualisasi solusi permasalahan mahasiswa adalah OverCode, sebuah sistem untuk memvisualisasikan dan mendalami variasi dalam ribuan solusi pemrograman. OverCode dirancang untuk membayangkan solusi yang benar dalam pengertian bahwa mereka sudah berlalu perataan otomatis biasanya sebuah tes kelas pemrograman di skala. Autograder yang tidak dapat memberikan umpan balik lebih lanjut pada solusi yang benar, dan ini namun ada mungkin masih baik dan variasi buruk pada solusi yang benar

Implementasi
Antarmuka pengguna OverCode-implementasi tergantung pada sebuah analisis pipa-solusi canonicalizes dengan cara-cara yang dirancang untuk agar pembacaannya manusia, yang disebutkan di sini sebagai cleaning
- Analisa Pipeline :OverCode saat ini diimplementasikan untuk Python, namun langkah-langkah pipeline digambarkan  berikutnya siap menjenderalisasi untuk bahasa-bahasa lain yang umumnya digunakan untuk mengajar programming.
ü    Solusi memformat ulang. Untuk penampilan yang konsisten, solusi yang memformat kembali untuk memiliki baris konsisten indentasi token dan spasi.
Kode 1 solusi memformat Ulang
ü   Menjalankan solusi. Masing program dijalankan sekali, menggunakan kasus tes yang sama. Selama setiap langkah eksekusi, nama-nama dan nilai-nilai variabel global dan lokal, serta kembali nilai-nilai dari fungsi, dicatatkan sebagai sebuah  trace program .
Kode 2 Menjalankan Solusi
ü      Mengekstrak urutan variabel. Selama langkah sebelumnya, Python eksekusi mencatat nilai-nilai semua dalam lingkupsetelah setiap eksekusi pernyataan variabel dalam program Python. Log yang dihasilkan adalah dirujuk sebagai trace program 
Kode3 Mengekstrak Urutan Variabel
ü  Mengidentifikasi variabel umum. Kita menganalisis semua jejak program, mengidentifikasi variabel yang identik urutan.
Kode 4.Mengidentifikasi variabel umum
ü  Mengganti nama variabel yang unik dan umum. Variabel yang sama mungkin memiliki
nama yang berbeda di setiap trace program. Nama yang diberikan untuk setiap variabel umum adalah nama variabel yang diberikan paling sering variabel yang umum di semua trace  program.
ü                  ü  Membuat tumpukan/Stack. Kita iteraterasi melalui solusi , membuat solusi tumpukan/stack
            yang sama-sama set baris kode.Kita membandingkan set baris kode karena
           solusi kemudian dengan otomatis memerintahkan baris yang tidak tergantung pada satu sama lain masih dapat                  masuk ke stack yang sama.

Kesimpulan
Sistem OverCode untuk memvisualisasikan ribuan Python .solusi pemrograman untuk membantu guru mendalami variasi di didalamnya. OverCode menggunakan ringan analisis statis dan dinamis untuk menghasilkan kumpulan solusi serupa dan menggunakan mengganti nama variabel untuk mempresentasikan solusi



-


Selasa, 09 Juni 2015

Match between system and the real world - pemkomedan.go.id

Pada postingan saya kali ini, saya membahas tentang heuristik evalusion yang ditulis oleh jakop nielson, Pada tulisan nya ini ia menulis 10 prinsip mengenai user interface  design yang salah satunya adalah Match between system and the real world yaitu aplikasi diharapkan dapat memberikan informasi pada bahasa yang mudah dimengerti oleh khalayak ramai. ada pun analisa pada website http://pemkomedan.go.id/

1.Menu Selayang Pandang
walau pun menu diperuntuk untuk warga medan,tetapi tidak semua orang mengerti menu ini  dengan menggunakan kata "selayang pandang".

Solusi :Gunakan kata-kata yang lebih dimengerti orang banyak

Saverity rating : 2 (minor usibility problem)


2.Produk Hukum
Pada menu" produk hukum "  kata kata ini sangat membingung kan user karena sangat rancu

Solusi :Gunakan kata kata yang tepat

Saverity rating : 2 (minor usibility problem)

Consistency and standards - pemkomedan.go.id

Pada postingan saya kali ini, saya membahas tentang heuristik evalusion yang ditulis oleh jakop nielson, Pada tulisan nya ini ia menulis 10 prinsip mengenai user interface  design yang salah satunya adalah Consistency and standards. yaitu aplikasi diharapkan dapat konsisten dalam tampilan maupun bahasa. ada pun analisa pada website http://pemkomedan.go.id/
1. letak Menu Tidak Konsisten

Pada menu home sangat berbeda dengan menu selayang pandang pada hal kedudukan button ini saya tapi bentuk isi nya berbeda,

solusi : diharapkan konsistenterhadap semua menu

savery rating : 4 (Usability catastrophe) sangat disarankan diperbaiki

2.Bahasa pada menu tidak konsisten
Pada situs ini menu nya menggunakan bahasa yang tidak konsisten ada bahasa inggris ada bahasa indonesia. karena pada web diatas dalam keadaan situs berbahasa indonesia

solusi : harus konsisten dengan 1 bahasa saja

savery rating : 4(Usability catastrophe) sangat disarankan diperbaiki

Aesthetic and minimalist design-pemkomedan.go.id

Postingan ini membahas tentang Heuristic Evaluation yang dikemukakan oleh Jakob Nielsen. Beliau mempunyai 10 prinsip mengenai user interface design yang salah satunya adalah Aesthetic and minimalist design
Pada postingan saya kali ini, saya membahas tentang heuristik evalusion yang ditulis oleh jakop nielson, Pada tulisan nya ini ia menulis 10 prinsip mengenai user interface  design yang salah satunya adalah Aesthetic and minimalist designyaitu aplikasi diharapkan dapat memberikan keindahan dan kenyaman pada user . ada pun analisa pada website http://pemkomedan.go.id/

1.Terlalu banyak Konten Pada Menu Home

Pada menu home terlalu banyak konten yang ditampilkan sehingga membingung user untuk melakukan  sesuatu

solusi : cukup menampilkan artikel atau berita terbaru

savery rating :2 (Minor Usibility problem)



2.Gambar Pada Header Kualitas Kurang
Pada header kuliatas gambar nya kurang bagus , karena header menunjuk kan eksistensi suatu perusahaan ataupun lembaga

solusi : diharapkan kualitas gambar lebih bagus

Savery rating ;2( Minor Usibility Problem)





Error Prevention - pemkotmedan.go.id

Pada postingan saya kali ini, saya membahas tentang heuristik evalusion yang ditulis oleh jakop nielson, Pada tulisan nya ini ia menulis 10 prinsip mengenai user interface  design yang salah satunya adalah error prevention. yaitu aplikasi diharapkan dapat memberikan informasi error pada setiap aksi. ada pun analisa pada website http://pemkomedan.go.id/
1.Tidak memberikan tahukan kesalahan pada pengisian email
pada page buku tamu ini teks box email jika tidak dimasukkan kan @ maka taidak ada respon apa apa

solusi : harus ada respon yang memberitahukan pengguna

savery rating : 4 harus diperbaiki


2.Tidak memberikan tahukan kesalahan pada pengisian nama
pada page buku tamu ini teks box nama jika dimasukkan karakter khusus tidak ada respon apa apa

solusi : harus ada respon yang memberitahukan pengguna

savery rating : 4 harus diperbaiki

Visibility of system status – pemkomedan.go.id

Pada postingan saya kali ini, saya membahas tentang heuristik evalusion yang ditulis oleh jakop nielson, Pada tulisan nya ini ia menulis 10 prinsip mengenai user interface  design yang salah satunya adalah visibility of system status. yaitu aplikasi diharapkan dapat memberikan informasi pada pengguna apa yang sedang terjadi. ada pun analisa pada website http://pemkomedan.go.id/

1. Pengisian buku tamu yang tidak merespon ketika di submit



pada gambar ini ketika saya megklik submit maka tidak ad respon bahwa buku tamu yang sudah diisi sudah terkirim apa belum. ini sangat membingungkan pengguna.

solusi : seharus nya ada informasi bahwa data nya sudah dikirim

Severity Rating : (Usability catastrophe) sangat saya sarankan untuk memperbaiki ini


2. Pergantian Bahasa yang tidak berfungsi

Pada menu pergantian bahasa dari indonesia ke bahasa ingris masih belum berfungsi dan mengeluarkan page not found.

solusi : jika belum ada page pergantian bahasa maka button ini di tiadakan saja

Savery rating : 4 (usibility catastrophe)sangat saya saran kan diperbaiki










Rabu, 13 Mei 2015

Visualisasi Informasi Jumlah PNS Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin 2012 dan 2013

        Assalamualaikum,
      Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT  Amin :).Postingan saya kali ini mengenai mata kuliah yang sedang saya ikuti IMK (Interaksi Manusia dan Komputer) yang bertemakan visualisasi informasi, Tema ini menurut saya sangat menarik karena kita diajak untuk membuat suatu data yang dijadikan sebuah inforrmasi yang lebih menarik atau bisa dikatakan bisa di visualisasikan.Nah untuk itu saya mencoba belajar membuat suatu data informasi itu menjadi menarik dengan mengambil data pada Buku Statistika Indonesia 2014 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik pada halaman 51 mengenai Jumlah PNS Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin 2012 dan 2013. Adapun aplikasi yang mendukung adalah Microsoft Excel 2007 dan CorelDraw X4. 


Gambar1. Jumlah PNS menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin 2012
Gambar2. Jumlah PNS menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin 2013

Gambar3. Jumlah PNS Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kategori Pria

Gambar4. Jumlah PNS Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kategori Wanita